logo blog
Selamat Datang Di Detipso
Terima kasih atas kunjungan Anda di Detipso,
semoga bisa bermanfaat dan memberikan pengetahuan pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Menanam Anggrek

Tanaman anggrek dikenal karena bunganya yang berwarna-warni, indah dipandang mata. Sebenarnya tanaman hias jenis ini tumbuh di alam liar, beberapa berhasil menakarnya dan dibudidayakan di halaman rumah. Meskipun banyak yang tidak berhasil karena kondisinya memang tidak sesuai dengan habitat aslinya.

Menanam anggrek bisa menjadi menyenangkan bila bisa tumbuh pernak-pernik bunganya yang berwarna indah, namun bisa putus asa bila bunganya tak kunjung mekar. Apalagi sudah beli mahal-mahal, malah mati saat dibudidayakan di halaman rumah. Meskipun sebenarnya menanam anggrek bisa menjadi hobi yang menguntungkan, karena bila bisa membiakan dan berbunga dengan indahnya bisa dijual dengan harga yang lumayan. Sukur-sukur bisa diperbanyak tanaman anggreknya, maka akan menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan.

Bila anda pemula di tanaman anggrek, maka jangan berniat menanam dari bijinya, atau tunasnya, lebih baik membeli tanaman anggrek yang sudah bisa berbunga. Hal ini untuk meminimalisir kerugian bila tanaman anggrek yang sudah dibeli tidak berbunga, apalagi sampai mati. Apalagi tidak semua tanaman anggrek bisa tumbuh di lingkungan baru, perlu disesuaikan dengan habitat aslinya.

Menyiapkan media tanam anggrek

Tanaman anggrek bermacam jenisnya, ada yang menempel di tumbuhan lain, adapula yang tumbuh di tanah yang berhumus. Beragam jenis anggrek ini sangat menentukan jenis media tanam untuk tumbuhnya tanaman anggrek tersebut. Media tanaman bisa berupa arang, sabut kelapa, potongan pakis, dengan bahan penunjang seperti pot, pecahan genteng, kawat, yang akan diperlukan untuk membiakan tanaman anggrek menjadi lebih banyak.

Tanaman anggrek tidak boleh terkena matahari secara langsung, maka diperlukan tempat berteduh bagi tanaman anggrek ini. Bisa berupa pohon rindang, atau tanaman berbatang besar, atau bila lahan terbatas sebuah peneduh dari plastik atau seng bisa menghindarkan dari terpaan sinar matahari secara langsung. Namun pepohonan yang lebih rindang lebih disarankan, karena selain mengurangi panas, juga memberi suasana seperti habitat tumbuhnya anggrek di alam.

Menyiapkan bibit tanaman anggrek

Tanaman anggrek bisa dibiakan dari tunasnya yang sudah mulai tumbuh, tinggal potong dari induknya dan bisa dibiakan di pot atau di potongan pakis. Namun pada tanaman anggrek yang tidak bertunas, cara membiaknya dengan kultur biji anggrek, yang pasti harus menggunakan peralatan yang bisa menjaga kesterilan dalam pembiakan biji anggrek. Maka lebih baik pilihlah pembiakan dari tunas yang bisa memudahkan dalam pelaksanaannya.

Gunakan peralatan yang bersih saat memindahkan tunas anggrek, agar bibit anggrek tidak terkena penyakit. Demikian pula dengan media tanam dan pot yang akan digunakan. Sebaiknya bersihkan semua kotoran, lumut, yang menempel di media tanam maupun pot. Perlakuan khusus ini untuk menghindarkan tanaman anggrek dari berbagai penyakit atau hama, yang bisa menyebar ke induk anggrek lainnya.

Menanam bibit anggrek

Bibit anggrek yang sudah disiapkan bisa ditanam di pot atau di potongan pakis. Biasanya sesuaikan karakter anggrek dengan model penanamannya. Bila batang anggrek memiliki karakter yang besar dan panjang, maka menanam di pot adalah solusi yang tepat. Namun bila batangnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu panjang, maka potongan pakis bisa menjadi lebih efektif.

Saat awal ditanam bibit anggrek memerlukan penopang sampai akarnya bisa menjadi kuat di media tanam. Biasanya sebuah kawat bisa digunakan untuk menahan batang agar tanaman anggrek tidak bergerak dan akar bisa tumbuh ke dalam media tanam. Usahakan batang anggrek tidak masuk ke dalam media tanam, dan hanya akarnya yang masuk ke media tanam.

Pemeliharaan tanaman anggrek

Tanaman anggrek memang tidak suka panas, maka perlu peneduh dan dihindarkan dari terpaan sinar matahari secara langsung. Tanaman anggrek memang tidak suka panas, kecuali beberapa jenis yang bisa tahan terhadap panas, seperti jenis dendrobium. Maka perlu penyiraman secara teratur agar tetap dingin dan basah. Penyiraman bisa dilakukan pagi hari pada akarnya atau media tanamannya.

Pemupukan bisa dilakukan seminggu sekali dengan pupuk cair yang disempotkan di akar atau media tanamannya. Pupuk harus terlarut sempurna sebelum diberikan ke tanaman anggrek. Media tanam bisa diganti bila kondisinya sudah penuh akar anggrek atau arang yang dipakai sudah hancur atau kusam.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Selamat datang di detipso kami sedang melakukan survey untuk memperbaiki layanan web kami teruskan logo
Copyright © 2013. detipso - All Rights Reserved | Template Created by Infotipso Proudly powered by Blogger
-->