logo blog
Selamat Datang Di Detipso
Terima kasih atas kunjungan Anda di Detipso,
semoga bisa bermanfaat dan memberikan pengetahuan pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Menanam Bawang Putih di Rumah

Bawang putih adalah salah satu komoditas utama di dapur, selain cabe, bawang merah, jahe, kencur, yang selalu dibutuhkan untuk memasak. Pada saat tertentu harga bawang putih naik dengan signifikan, melebihi harga sekilo daging. Hal ini tentu bisa menyesakan dada ibu rumah tangga yang membutuhkan bawang putih ini.

Namun kelangkaan bawang putih bisa menjadi sebuah peluang usaha. Anda bisa menanam bawang putih di rumah. Memang sering langkanya bawang putih karena gagal panen. Tanaman bawang memang tidak suka becek atau basah, tanaman ini suka sinar matahari. Maka sering bila hujan berkepanjangan sangat merugikan petani bawang putih, karena beresiko gagal panen.

Namun para petani ini sudah belajar dari perputaran musim ini. Biasanya saat musim kemarau mereka menanam bawang putih, sehingga saat musim hujan bisa menanam tanaman jenis lain. Biasanya bawang putih bisa mereka simpan, untuk dilepas saat harga menjadi baik. Selain disimpan sebagian untuk musim tanam nantinya.

Namun karena harga yang lumayan, kadang mereka melepas semua stok bawang putihnya. Padahal bisa menjadi persoalan saat musim tanam nantinya. Memang bisnis atau usaha menanam bawang putih bisa menjadi usaha yang menarik.

Cara menanam bawang putih di halaman rumah.

Bawang putih sebenarnya tanaman kebun, namun bisa ditanam di halaman rumah. Tanaman ini bisa tumbuh dengan tanaman lainnya. Jadi bisa menjadi bagian dari taman anda. Bawang putih tidak suka tanah yang basah atau becek, tanaman ini suka sinar matahari. Maka harus ditanam di tempat yang terbuka.

Tanah yang akan ditanam bawang putih bisa diolah dulu dengan kompos. Kemudian ratakan tanah, bibit bawang putih bisa ditanam pada kedalaman 2-3 cm. Dengan jarak sekitar 8-10 cm dengan tanaman lainnya. Bawang putih akan tumbuh dalam satu pohon, dan berkembang menjadi beberapa “siung” bawang putih.

Bawang putih tidak terlalu membutuhkan air, namun sangat beresiko bila tanahnya basah. Biasanya pada musim yang tidak tentu, sebuah plastik atau pelindung bisa digunakan untuk menjaga tanah, agar tidak menjadi basah atau becek. Tanaman bawang putih juga sangat baik bagi tanaman lainnya, karena memiliki manfaat melindungi dari serangan hama.

Memanen bawang putih.

Saat tanaman bawang putih tumbuh dewasa, daunnya akan berwarna kecoklatan dan akhirnya layu. Ini sebagai tanda untuk memanen bawang putih tersebut. Bila terlalu cepat memanennya hasilnya bisa terlalu kecil, namun bila terlalu lambat atau tua saat memanennya, siungnya akan terpecah belah.

Saat menyimpan hasil panenpun harus diperhatikan. Bawang putih harus disimpan dalam keadaan kering, bila masih basah bisa cepat membusuk. Biasanya bawang putih diangin-anginkan sampai kering, sebelum digantung untuk penyimpanan dalam jangka panjang.

Anda bisa membersihkan selaput yang menyelimuti bawang putih tersebut setelah bawang putih benar-benar kering. Atau bisa dijual bila harga bawang putih sesuai dengan harapan anda. Biasanya sebagian harus disimpan untuk kebutuhan bibit di masa tanam nantinya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Selamat datang di detipso kami sedang melakukan survey untuk memperbaiki layanan web kami teruskan logo
Copyright © 2013. detipso - All Rights Reserved | Template Created by Infotipso Proudly powered by Blogger
-->