Menanam Algaonema atau Sri Rejeki

Tanaman algaonema atau sri rejeki memilii kekhasan pada corak daunnya yang indah. Pada awal memang hanya beberapa jenis tanaman sri rejeki ini, namun berkembang menjadi beragam dengan corak yang warna warni karena disilangkan, sehingga menghasilkan varietas yang beragam. Namun tetap memberi ciri khas pada tanaman sri rejeki ini.

Tanaman sri rejeki adalah jenis tanaman lembab, jadi sedikit menyukai sinar matahari. Bahkan kalau bisa tidak terkena sinar matahari secara langsung. Tumbuhan ini memang tidak memiliki batang yang padat, sehingga mudah layu bila kekurangan air. Namun tanaman ini tidak menyukai air yang tergenang, karena akar dan batangnya akan membusuk.

Jenis tanah yang terbaik bagi tanaman algaonema atau sri rejeki adalah tanah yang tidak sedikit menyimpan air. Di habitat asli di alamnya, tanaman sri rejeki ini tumbuh di tanah yang agak porous atau berpasir, tapi masih bisa sedikit menyerap air. Jadi porositinya tidak terlalu tinggi atau rendah.

Tanaman algaonema ini mudah dibiakan, dan cepat tumbuh. Keindahaannya menawarkan nilai dan harga yang menarik sesuai dengan keindahan daunnya. Karakteristik daun yang aneh atau langka menjadi nilai tersendiri dari tanaman sri rejeki ini, maka orang banyak yang ramai-ramai melakukan penyilangan, agar memperoleh karakter daun yang indah.

Menyiapkan bibit algaonema

Cara termudah mendapatkan bibit algaonema adalah dengan mengambil tunas yang tumbuh di induk algaonema. Biasanya bisa mendapatkan bibit yang banyak dari tunas algaonema ini. Namun yang terbaik tetap menjaga induk algaonema agar tetap tumbuh, dengan menyisahkan daun yang cukup untuk berfotosintesis.

Cara lain mendapatkan bibit algaonema dengan melakukan persilangan. Persilangan ini bisa dilakukan pada beragam jenis algaonema atau jenis bunga lainnya. Persilangan dilakukan dengan mengawinkan serbuk sari yang tumbuh di bunga algaonema. Jadi bila tanaman algaonemanya belum berbunga, maka kemungkinan untuk melakukan penyilangan jelas tidak ada.

Biasanya butuh waktu 5-6 bulan untuk mendapatkan buah dari persilangan serbuk sari pada bunga algaonema ini. Buah ini bisa dikembangkan menjadi bibit baru tanaman algaonema dengan varietas baru. Hasilnya tentunya akan kelihatan bila tanaman ini sudah tumbuh dan daunnya mulai mekar.

Menyiapkan media tanam

Tanaman algaonema memiliki tempat tumbuh yang tidak terlalu basah, tapi tetap harus lembab untuk mendapatkan air. Media tanam yang terbaik adalah campuran dari bahan yang porositinya tinggi dengan bahan yang porositinya rendah. Campuran ini akan membuat media tanaman cepat kering, tapi juga tetap lembab untuk pertumbuhan akar algaonema.

Media tanam yang biasa digunakan adalah campuran antara potongan pakis, sekam bakar, pasir malang dan kompos. Jangan kuatir semua bisa didapatkan di penjual bunga, namun anda bisa membuat sendiri seperti campuran sekam bakar, serabut kelapa dan kompos. Semua media tanam ini bisa didapatkan dengan mudah, bisa dimulai dengan komposisi yang sama, dan dilihat perkembangan pertumbuhan tanaman ini dengan kualitas penyiraman tanaman.

Menanam algaonema

Bibit algaonema bisa ditanam di media tanam yang sudah disiapkan tadi, sebaiknya lakukan pada sore hari bila harus memindahkan dari induk algaonema. Tempatkan algaonema di tempat yang teduh, potnya bisa ditaruh di bawah pohon yang rindang dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Bisa juga ditaruh di dalam rumah bila tidak bisa mendapatkan tempat yang teduh, namun pastikan kondisinya dalam keadaan lembab.

Tanaman ini sebenarnya cukup bandel dan tidak mudah mati. Hal ini karena karakter batangnya yang tidak keras dan mudah menyerap air. Namun tetap harus mendapatkan air yang cukup, tanpa harus mengenanginya, karena bisa membusukan akar maupun batangnya.

Pemeliharaan algaonema

Penyiraman adalah hal penting pada pemeliharaan algaonema, bila media mulai kering, maka segera dilakukan penyiraman. Tidak ada standar pasti dalam penyiraman, karena harus disesuaikan dengan komposisi campuran di antara media tanam. Hanya pastikan media tanam jangan sampai kering.

Pemupukan bisa dilakukan seminggu atau dua minggu sekali, tergantung pada masa pertumbuhan algaonema. Biasanya pada algaonema yang dewasa perlu pergantian media tanam saat akarnya sudah memenuhi media tanam. Saat itu biasanya bisa dilakukan dengan mengambil tunas yang sudah mulai tumbuh untuk dikembang biakan. 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. detipso - All Rights Reserved | Template Created by Infotipso Proudly powered by Blogger